ketika cinta membuatmu menangis, akupun ingin cinta yang halal

Selasa, 31 Juli 2012

Suatu ketika mungkin kita pernah jatuh hati, memendam rasa atau suka pada seseorang yang kita kagumi. Tiap hari bayang wajahnya selalu menghantui. Ada rasa rindu kala tak bertemu. Ada keinginan untuk memiliki. Ada getar jiwa kala berjumpa dengan dia yang kita kagumi. Terkadang dia-nya yang sering membuat kita melamun dengan tatapan kosong. Terbayang-bayang kalau kita bisa berjalan bersamanya, atau berada dalam dekapannya. Semuanya serba indah dan seakan begitu sempurna. Tapi hati ini tetap saja memandam rasa. Kadang pula malu untuk mengungkapkannya.

Yah, cinta… Ia hadir tanpa disadari. Ia merupakan anugerah dari Ilahi. Dan rasa cinta pasti ada pada tiap diri manusia. Karenanya mencintai dan dicintai adalah bagian yang tak terpisahkan. Ibarat kopi dengan gula. Begitulah seharusnya, mencintai dan dicintai dua kata yang saling melengkapi. Mecintai seseorang menjadikan keindahan tersendiri dalam hidup kita. Wajar bila kita mengharapkan balasan hingga kita ingin di cintainya.

Saudaraku tercinta…

Wajar saja kalau kita punya rasa cinta, hingga rasa cinta itu kian menggelora. Dalam ayat-Nya Allah pun berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).” (Ali ‘Imran: 14)

Maka dari itulah manusia di beri-Nya kelebihan dibanding dengan makhluk Allah yang lain. Kelebihan itulah yang membuat kita mempunyai rasa cinta dan kasih sayang. Cinta yang memang kadang kita salah menempatkannya. Atau kasih sayang yang terkadang terlalu berlebihan. Sehingga kita ingin sekali untuk memiliki apa yang kita cintai dan harus bisa meraihnya?

Tapi saudaraku… bagaimana jika dia-nya yang kita damba selama ini, yang kita cintai dan kita kagumi ternyata akan menjadi milik orang lain? Hancurlah hati kita. Seakan kita tidak dan tak akan pernah rela dia-nya menikah dengan orang lain. Kita cuma bisa memandangi undangan pernikahan yang kita terima. Kadang juga kita menyalahkan Allah Tuhan kita, “Ya Allah kenapa Engkau tidak mempertemukanku dengannya?”

Seribu bahasa, seribu tanya boleh kita gunakan untuk mengadu kepada-Nya. Bahkan seribu air mata pun boleh kita kucurkan disetiap sujud kehadirat-Nya, kenapa Allah tidak mempertemukan dengan orang yang kita cinta. Karena Allah selalu mendengar tiap keluh dan kesah hamba-hamba-Nya.

Saudaraku, cinta memang bisa membuat kita bahagia, hingga dunia menjadi begitu indah nan mempesona. Tapi cinta juga bisa membuat kita menangis dan menderita. Seakan kita ingin segera mengakhiri hidup ini. Karena itu saudaraku…

Ketika cinta membuatmu menangis…
Belajarlah ikhlas, melepaskan yang kita cintai menjadi milik orang lain. Meski kita menderita dan tak pernah rela.

Ketika cinta membuatmu menangis…
Bertanyalah pada diri sendiri. Apakah dia-nya yang selama ini kita damba bisa membahagiakan kita kelak dalam membangun rumah tangga? Apakah dia-nya yang selama ini kita cinta juga akan membalas cinta kita kepadanya dengan setulus hati?

Ketika cinta membuatmu menangis…
Maka tersenyumlah. Hapuslah airmatamu. Tataplah ke depan. Di depan sana ada cinta seseorang yang akan menyambut cintamu. Cinta suci yang akan membahagiakanmu, yang tak pernah terukur oleh jarak dan waktu.

aku ingin cinta yang halal




Aku hanya ingin cinta yang halal....

Entah apa yang kurasakan...
Salahkah aku merindukannya?
Merindukan seseorang yang belum halal untukku...
Tentu aku tau aku salah ya Allah..
Kadang aku bingung apa yang harus aku lakukan,,
Aku bercerita dengan ummi yang lebih paham tentang ini...

Ummi bilang "Justru dengan kesungguhkan kamu menahan rasa rindu ini, maka disitulah pengorbanannya... Mungkin memang sulit, tapi percayalah Allah sudah merencanakan rencana terbaik untukmu dan untuknya"

Aku merenung cukup lama...
Yah betul,, rasa sayang memang tidak salah...
Itu adalah fitrah manusia yang telah Allah berikah,,
Bahkan manusia pun terlahir dari CINTA...

Tapi jika dengan rasa itu malah membuatku sedih, kecewa, menangis oleh sesuatu yang tak seharusnya ditangisi...
Sungguh ya Allah, hatiku bahagia merindunya...
Aku pun tak ingin membuat orang lain kecewa dan sedih dengan tingkah lakuku, tentunya aku lebih baik membebaskannya dari hal seperti itu...
Mengapa?
Karena aku sangat peduli padanya...

Tentunya aku... bahkan ia...
Kami hanya ingin cinta yang halal...
Aku tak ingin dia bersedih melihat tingkahku yang masih seperti ini...
Cemburu, sedih, kecewa, aku ingin dia merasakan hal itu...
Aku tak ingin dia sakit karenaku...

Aku selalu berusaha untuk menahan diri
Agar aku dapat mengendalikan rasa rindu ini
Menahan semua kegalauan yang ada dihatiku
Aku hanya berdo'a didalam hati setiap rasa rindu itu datang...

Ya Allah...
Tolong pegangi aku..
Tolong pegangi hatiku
Jika dengan perasaan ini membuat hatiku terbebani,
dengan rasa sayang yang belum seharusnya...
Tolong bantu kuatkan aku ya Rabb....
Tolong bantu kuatkan ia juga...

Apa perasaanku salah ya Allah...
Jika memang dia baik untukku...
Tolong dekatkan kami ya Rabb...
Tetapi jika dia memang tak baik untukku,,
Jauhkanlah dia...
Hamba percaya...
Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku... Juga untuknya...

Aku hanya ingin cinta yang halal...
Yang mendapat ridho dariMu
Bimbinglah hati kami ya Allah....

WANITA SHOLEHAH

Rabu, 20 Juni 2012

Menjadi figur wanita sholehah tidaklah mudah. Apalagi di saat kondisi zaman telah sedemikian akutnya dalam ‘mengekspos’ kehidupan wanita. Berbagai kemewahan, mode, dan gaya hidup ditawarkan pada wanita tanpa henti. Sehingga tak jarang wanita yang mengaku sebagai muslimah, lalai akan jati diri yang sebenarnya.
Lahiriahnya seperti muslimah, namun jiwanya sedikit demi sedikit telah menyimpang dari fitrah sebagai wanita shalehah. Sholehah memang bukan label jadi. Sholehah merupakan proses bagi wanita muslimah untuk senantiasa istiqomah menjaga fitrahnya. Untuk meraih predikat shalehah, muslimah haruslah terus dan terus belajar membenahi diri. Tentunya dengan selalu mengkaji tuntunan-tuntunan dari Allah, Rasul, dan teladan-teladan yang telah banyak dicontohkan oleh para shahabiyah.

Islam Kok Pacaran

Minggu, 27 Mei 2012


oleh Aliman Syahrani
Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.
Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.
Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Kamis, 24 Mei 2012


Ust. Shiddiq al-Jawi
Pacaran itu budaya Nashrani...!”
[D'Rise#10]Yang doyan nyari artikel islam di dunia maya boleh jadi nggak asing dengan nama Shiddiq al-Jawi. Dosen tetap STEI Hamfara Yogyakarta ini aktif menulis di berbagai media Islam. Apalagi kalo kita mampir ke webnya, http://khilafah1924.org, isinya mayoritas tulisan beliau yang mencerahkan. Dan Alhamdulillaah...kang Hafidz341 dapat kesempatan untuk ngobrol dengan beliau via email. Berikut petikannya. Monggo!
Tiap tahun remaja muslim banyak yang ngerayain Valentine Days. Padahal jelas-jelas bukan budaya Islam. Gimana menurut ustadz? Menurut saya itu karena kita hidup dalam masyarakat sekuler. Yaitu masyarakat yang tak menggunakan hukum agama dalam mengatur urusan kehidupan. Masyarakat semacam ini sebenarnya hanya membebek masyarakat kafir penjajah, seperti AS dan Eropa. Agama hanya diamalkan secara sempit dan picik dalam urusan ibadah saja. Sedang soal budaya, pergaulan, apalagi politik, dianggap tak perlu diatur dengan agama. Maka, perayaan Valentine tak pernah surut, walaupun sudah banyak fatwa ulama yang mengharamkannya.

Sebuah tiket yang luar biasa

Senin, 30 April 2012


Setelah Rasulullah menakhlukan negeri Thaif, beliaupun membagi harta ghanimah (Rampasan Perang). Orang-Orang  mualaf Qurais mendapat  jatah besar. Abu Sufyan misalnya Mendapat jatah 100 ekor unta. Putranya, Muawiyyah, Juga mendapat 100 Ekor, bisa kita bayangkan jumlah yang mereka terima. (Anggap 1 ekor unta harganya 12 juta rupiah, maka 200 ekor unta setara dengan 2,4 Miliar rupiah.
Kiranya Wajar kalau kondisi ini mengundang kecemburuan dari kaum Anshar, Muncul isi yan kurang sedap tentang Rosulullah , diantaranya bahwa beliau lebih peduli pada kaumnya, Orang-orang Quraisy . dengan lembut Rasulullah pun berkata kepada kaum Anshar. Salah satu kata beliau pada intinya " wong-wong iki bali karo unto lan wedhuz-wedhuz kuwi, Siro kabeh bali karo Rasul" Piye mileh endi jal sampeyan??

KENAPA PETERPAN GA MAU JADI DEWASA?

Rabu, 25 April 2012


Ingat kah anda dengan cerita dongeng, seorang anak yang hidup di dunia, semacam dunia sihir. Anak itu bisa terbang, dan punya kemampuan sihir lainnya. Dia juga mahir memainkan pedang. Musuh bebuyutannya adalah Kapten Hook. Dia lah Peter Pan. Jadi yang jadi awal dari kisah ini bukan grup Band yang vokalis nya sekarang lagi ngaso dan nangkring di dalam tahanan akibat video asusilanya dengan 2 orang artis lainnya. Yang aneh, kenapa cuma yang cowo yang di tahan, tapi lawan main ga di tahan?? Selamat datang di dunia demokrasi, dunia yang tolak ukur baik buruk dan benar salah nya ga jelas. Tapi tulisan kali ini tidak akan menyoroti gemerlap dunia selebritis kaya di acara-acara gossip yang ada di TV. Yang mau kita omongin adalah Peter Pan “yang sesungguhnya”.

TAHUKAH ANDA? IMAM AHMAD MENANGIS KARENA SYAIR INI

Minggu, 22 April 2012


Berikut ini adalah sebuah kutipan syair yang diriwayatkan di dalam buku karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyahmembuat Imam Ahmad menangis tersedu-sedu hingga hampir pingsan. Hal ini menunjukkan betapa lembut dan pekanya hati Imam Ahmad terhadap hal-hal yang mengingatkan manusia kepada Rabbnya, dosa-dosanya, dan kehidupan akhirat.

Syair Pelembut Hati

Jika Rabb-ku mengatakan kepadaku: “Tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku?!
Engkau menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau mendatangi-Ku!”
Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku…

Bagaimana Menyikapi Perbedaan Mazhab

Jumat, 20 April 2012


Bagaimana menyikapi perbedaan mazhab di antara sesama Muslim.? Sejauh manakah perbedaan mazhab yang dibenarkan, dan tidak.?

Jawab:

Dalam kamus fikih, Prof. Dr. Rawwas Qal’ah Jie menyatakan, bahwa mazhab adalah metode tertentu dalam menggali hukum syariah yang bersifat praktis dari dalil-dalilnya yang bersifat kasuistik [1]. Dari perbedaan metode penggalian hukum inilah, kemudian lahir mazhab fikih.

Dalam perkembangannya, istilah mazhab juga digunakan bukan hanya dalam konteks fikih, tetapi juga akidah dan politik. Sebut saja Prof. Dr. Abu Zahrah, dengan bukunya, Târîkh al-Madzâhib al-Islâmiyyah: Fî as-Siyâsah, wa al-‘Aqâ’id wa Târîkh al-Fiqh al-Islâmi [2]. Lebih jauh beliau menegaskan, bahwa semua mazhab tersebut masih merupakan bagian dari mazhab Islam. Beliau kemudian melakukan klasifikasi, antara lain, mazhab politik, seperti Syiah dan Khawarij; bisa juga ditambahkan, Ahlussunnah dan Murjiah [3]. Kemudian mazhab akidah seperti Jabariyah, Qadariyah (Muktazilah), Asy’ariyah, Maturidiyah, Salafiyah dan Wahabiyah [4]. Adapun mazhab fikih adalah seperti Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah, Hanabilah, Zahiriyah, Zaidiyah dan Ja‘fariyah. [5]

Tanda Tanya

Jumat, 13 April 2012


?....?

Demokrasi merupakan puncak ilmu, ideologi dan wisdom hasil karya umat manusia abad ke-20, ke-21. Demokrasi telah disepakati untuk menjadi satu-satunya ’kiblat’ dalam urusan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hampir tidak ada ketidaksepakatan terhadap demokrasi.
Semua orang menjunjung tinggi demokrasi. Semua orang merasa salah, bodoh dan dekaden kalau ragu terhadap demokrasi…Itu tak lain karenasaking sucinya demokrasi…
*****
Demokrasi itu harga mati. Demokrasi itu kebenaran sejati. Demokrasi itu prinsip yang mutlak, pedoman kehidupan yang bersifat absolut; tidak boleh ditolak, tidak boleh dipertanyakan, bahkan sedikit pun tidak boleh diragukan.

Kedudukan Akhlak dalam Islam

Sabtu, 07 April 2012

Banyak ulama’ telah mengklasifikan Islam menjadi tiga bagian, yaitu: akidah, syariah dan akhlak. Namun ada juga ulama’ yang hanya mengklasifikan ajaran menjadi dua bagian, yaitu: akidah dan syariah, atau dengan kata lain: akidah dan sistem.

Bagaimana sebenarnya kedudukan akhlak dalam ajaran Islam? Dalam pandangan Islam, akhlak bukan hanya sekedar sifat baik­ buruk, sehingga ketika berupa sifat baik, disebut akhlâq mahmûdah, dan disebut akhlâq madzmûmah ketika berupa kebalikannya. Akhlak memang sifat perbuatan, tetapi persoalan sifat tersebut tidak sesederhana itu. Sebab, sifat perbuatan baik dan buruk tersebut tidak muncul dengan sendirinya  dari perbuatan itu sendiri.

 
 
 

Free Ebook Down Load

score blog

survey

 
Copyright © dakwah tiada henti