WANITA SHOLEHAH

Rabu, 20 Juni 2012

Menjadi figur wanita sholehah tidaklah mudah. Apalagi di saat kondisi zaman telah sedemikian akutnya dalam ‘mengekspos’ kehidupan wanita. Berbagai kemewahan, mode, dan gaya hidup ditawarkan pada wanita tanpa henti. Sehingga tak jarang wanita yang mengaku sebagai muslimah, lalai akan jati diri yang sebenarnya.
Lahiriahnya seperti muslimah, namun jiwanya sedikit demi sedikit telah menyimpang dari fitrah sebagai wanita shalehah. Sholehah memang bukan label jadi. Sholehah merupakan proses bagi wanita muslimah untuk senantiasa istiqomah menjaga fitrahnya. Untuk meraih predikat shalehah, muslimah haruslah terus dan terus belajar membenahi diri. Tentunya dengan selalu mengkaji tuntunan-tuntunan dari Allah, Rasul, dan teladan-teladan yang telah banyak dicontohkan oleh para shahabiyah.

Islam Kok Pacaran

Minggu, 27 Mei 2012


oleh Aliman Syahrani
Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.
Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.
Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Kamis, 24 Mei 2012


Ust. Shiddiq al-Jawi
Pacaran itu budaya Nashrani...!”
[D'Rise#10]Yang doyan nyari artikel islam di dunia maya boleh jadi nggak asing dengan nama Shiddiq al-Jawi. Dosen tetap STEI Hamfara Yogyakarta ini aktif menulis di berbagai media Islam. Apalagi kalo kita mampir ke webnya, http://khilafah1924.org, isinya mayoritas tulisan beliau yang mencerahkan. Dan Alhamdulillaah...kang Hafidz341 dapat kesempatan untuk ngobrol dengan beliau via email. Berikut petikannya. Monggo!
Tiap tahun remaja muslim banyak yang ngerayain Valentine Days. Padahal jelas-jelas bukan budaya Islam. Gimana menurut ustadz? Menurut saya itu karena kita hidup dalam masyarakat sekuler. Yaitu masyarakat yang tak menggunakan hukum agama dalam mengatur urusan kehidupan. Masyarakat semacam ini sebenarnya hanya membebek masyarakat kafir penjajah, seperti AS dan Eropa. Agama hanya diamalkan secara sempit dan picik dalam urusan ibadah saja. Sedang soal budaya, pergaulan, apalagi politik, dianggap tak perlu diatur dengan agama. Maka, perayaan Valentine tak pernah surut, walaupun sudah banyak fatwa ulama yang mengharamkannya.

Sebuah tiket yang luar biasa

Senin, 30 April 2012


Setelah Rasulullah menakhlukan negeri Thaif, beliaupun membagi harta ghanimah (Rampasan Perang). Orang-Orang  mualaf Qurais mendapat  jatah besar. Abu Sufyan misalnya Mendapat jatah 100 ekor unta. Putranya, Muawiyyah, Juga mendapat 100 Ekor, bisa kita bayangkan jumlah yang mereka terima. (Anggap 1 ekor unta harganya 12 juta rupiah, maka 200 ekor unta setara dengan 2,4 Miliar rupiah.
Kiranya Wajar kalau kondisi ini mengundang kecemburuan dari kaum Anshar, Muncul isi yan kurang sedap tentang Rosulullah , diantaranya bahwa beliau lebih peduli pada kaumnya, Orang-orang Quraisy . dengan lembut Rasulullah pun berkata kepada kaum Anshar. Salah satu kata beliau pada intinya " wong-wong iki bali karo unto lan wedhuz-wedhuz kuwi, Siro kabeh bali karo Rasul" Piye mileh endi jal sampeyan??

KENAPA PETERPAN GA MAU JADI DEWASA?

Rabu, 25 April 2012


Ingat kah anda dengan cerita dongeng, seorang anak yang hidup di dunia, semacam dunia sihir. Anak itu bisa terbang, dan punya kemampuan sihir lainnya. Dia juga mahir memainkan pedang. Musuh bebuyutannya adalah Kapten Hook. Dia lah Peter Pan. Jadi yang jadi awal dari kisah ini bukan grup Band yang vokalis nya sekarang lagi ngaso dan nangkring di dalam tahanan akibat video asusilanya dengan 2 orang artis lainnya. Yang aneh, kenapa cuma yang cowo yang di tahan, tapi lawan main ga di tahan?? Selamat datang di dunia demokrasi, dunia yang tolak ukur baik buruk dan benar salah nya ga jelas. Tapi tulisan kali ini tidak akan menyoroti gemerlap dunia selebritis kaya di acara-acara gossip yang ada di TV. Yang mau kita omongin adalah Peter Pan “yang sesungguhnya”.

TAHUKAH ANDA? IMAM AHMAD MENANGIS KARENA SYAIR INI

Minggu, 22 April 2012


Berikut ini adalah sebuah kutipan syair yang diriwayatkan di dalam buku karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyahmembuat Imam Ahmad menangis tersedu-sedu hingga hampir pingsan. Hal ini menunjukkan betapa lembut dan pekanya hati Imam Ahmad terhadap hal-hal yang mengingatkan manusia kepada Rabbnya, dosa-dosanya, dan kehidupan akhirat.

Syair Pelembut Hati

Jika Rabb-ku mengatakan kepadaku: “Tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku?!
Engkau menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau mendatangi-Ku!”
Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku…

Bagaimana Menyikapi Perbedaan Mazhab

Jumat, 20 April 2012


Bagaimana menyikapi perbedaan mazhab di antara sesama Muslim.? Sejauh manakah perbedaan mazhab yang dibenarkan, dan tidak.?

Jawab:

Dalam kamus fikih, Prof. Dr. Rawwas Qal’ah Jie menyatakan, bahwa mazhab adalah metode tertentu dalam menggali hukum syariah yang bersifat praktis dari dalil-dalilnya yang bersifat kasuistik [1]. Dari perbedaan metode penggalian hukum inilah, kemudian lahir mazhab fikih.

Dalam perkembangannya, istilah mazhab juga digunakan bukan hanya dalam konteks fikih, tetapi juga akidah dan politik. Sebut saja Prof. Dr. Abu Zahrah, dengan bukunya, Târîkh al-Madzâhib al-Islâmiyyah: Fî as-Siyâsah, wa al-‘Aqâ’id wa Târîkh al-Fiqh al-Islâmi [2]. Lebih jauh beliau menegaskan, bahwa semua mazhab tersebut masih merupakan bagian dari mazhab Islam. Beliau kemudian melakukan klasifikasi, antara lain, mazhab politik, seperti Syiah dan Khawarij; bisa juga ditambahkan, Ahlussunnah dan Murjiah [3]. Kemudian mazhab akidah seperti Jabariyah, Qadariyah (Muktazilah), Asy’ariyah, Maturidiyah, Salafiyah dan Wahabiyah [4]. Adapun mazhab fikih adalah seperti Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah, Hanabilah, Zahiriyah, Zaidiyah dan Ja‘fariyah. [5]

Tanda Tanya

Jumat, 13 April 2012


?....?

Demokrasi merupakan puncak ilmu, ideologi dan wisdom hasil karya umat manusia abad ke-20, ke-21. Demokrasi telah disepakati untuk menjadi satu-satunya ’kiblat’ dalam urusan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hampir tidak ada ketidaksepakatan terhadap demokrasi.
Semua orang menjunjung tinggi demokrasi. Semua orang merasa salah, bodoh dan dekaden kalau ragu terhadap demokrasi…Itu tak lain karenasaking sucinya demokrasi…
*****
Demokrasi itu harga mati. Demokrasi itu kebenaran sejati. Demokrasi itu prinsip yang mutlak, pedoman kehidupan yang bersifat absolut; tidak boleh ditolak, tidak boleh dipertanyakan, bahkan sedikit pun tidak boleh diragukan.

Kedudukan Akhlak dalam Islam

Sabtu, 07 April 2012

Banyak ulama’ telah mengklasifikan Islam menjadi tiga bagian, yaitu: akidah, syariah dan akhlak. Namun ada juga ulama’ yang hanya mengklasifikan ajaran menjadi dua bagian, yaitu: akidah dan syariah, atau dengan kata lain: akidah dan sistem.

Bagaimana sebenarnya kedudukan akhlak dalam ajaran Islam? Dalam pandangan Islam, akhlak bukan hanya sekedar sifat baik­ buruk, sehingga ketika berupa sifat baik, disebut akhlâq mahmûdah, dan disebut akhlâq madzmûmah ketika berupa kebalikannya. Akhlak memang sifat perbuatan, tetapi persoalan sifat tersebut tidak sesederhana itu. Sebab, sifat perbuatan baik dan buruk tersebut tidak muncul dengan sendirinya  dari perbuatan itu sendiri.

ORANG TUA MINTA ANAKNYA AGAR DIRAJAM

Senin, 27 Februari 2012

Pondok Pesantren Putri Nurul Ulum, Ajung, Jember, Jawa Timur

“Nyai tolong rajam anak saya,” ujar seorang ibu yang mendapati anaknya melakukan maksiat kepada Allah SWT. Tentu saja pemangku Pondok Pesantren Putri Nurul Ulum Nyai Munawarah Ahmad kaget dan terharu.

Kaget karena mendapati adanya salah seorang warga yang bermaksiat, terharu lantaran besarnya keinginan warga untuk diatur oleh hukum Islam. Namun demikian Nyai Munawarah tidak mungkin merajam anak perempuan ibu itu, lantaran dalam Islam yang berwenang melakukannya hanyalah khalifah, bukan pimpinan ponpes.

 
 
 

Free Ebook Down Load

score blog

survey

 
Copyright © dakwah tiada henti