ORANG TUA MINTA ANAKNYA AGAR DIRAJAM

Senin, 27 Februari 2012

Pondok Pesantren Putri Nurul Ulum, Ajung, Jember, Jawa Timur

“Nyai tolong rajam anak saya,” ujar seorang ibu yang mendapati anaknya melakukan maksiat kepada Allah SWT. Tentu saja pemangku Pondok Pesantren Putri Nurul Ulum Nyai Munawarah Ahmad kaget dan terharu.

Kaget karena mendapati adanya salah seorang warga yang bermaksiat, terharu lantaran besarnya keinginan warga untuk diatur oleh hukum Islam. Namun demikian Nyai Munawarah tidak mungkin merajam anak perempuan ibu itu, lantaran dalam Islam yang berwenang melakukannya hanyalah khalifah, bukan pimpinan ponpes.

GAME YANG MENGHINA ISLAM

Jumat, 24 Februari 2012


Assalamualaikum sobat semuanya !!!
ini saya tulis terkait dengan "larangan" nge GAME oleh ust yang ada di maktab El-Kiffah (boleh ngeGame asal gak ketahuan si Ust....) hihihi...

Salam Islam !!!! Kali ini saya akan share kepada sobat semuanya mengenai Game Yang Menghina Islam. Saya sebagai salah satu dari berjuta umat islam di dunia, merasa memiliki kewajiban untuk menyampaikan berita ini . Game adalah salah satu hiburan yang sangat dan sangat digemari orang , apalagi remaja dan anak-anak. tapi tanpa kita sadari ... lewat permainan game tersebut kita telah di jajah oleh orang kafir. dijajah dalam hal waktu, yag bisa membuat kita lupa sholat, dijajah dalam hal keimanan.. melalui game,

Mengapa Babi Diharamkan?

Sabtu, 18 Februari 2012


oleh Titok Priastomo
Sekitar tiga tahun yang lalu, dalam sebuah perkuliahan, dosen saya -yang sudah cukup saya kenal- melemparkan sebuah pertanyaan. Pertanyaannya sederhana, tapi menurut saya sulit untuk dijawab, “kenapa babi diharamkan oleh Allah?”.Setelah itu, beliau menjelaskan masalah tersebut. Akan tetapi, penjelasan yang beliau sampaikan itu belum pernah dikemukakan oleh seorang ahli fiqh mana pun. Sebab, beliau memang tidak menggunakan perspektif fuqohaa’, tapi menggunakan perpektif seorang scientist muslim.

MENUNDA SHALAT DENGAN ALASAN OLAH RAGA, BOLEHKAH?

Rabu, 18 Januari 2012

Tanya :Ustadz, bolehkah kita menunda shalat dengan alasan olah raga?
 
 
Jawab :
 
Menunda shalat (ta`khir as shalah) hukumnya boleh (ja`iz) jika tak sampai keluar dari waktu shalat. Sebab kewajiban shalat dalam istilah fiqih disebut kewajiban muwassa’, yakni kewajiban yang waktu pelaksanaannya dapat dipilih pada waktu mana pun yang tersedia, baik di awal, tengah, maupun akhir waktu. (Ali Raghib, Ahkamus Shalah, hlm. 18).

Benarkah Shopping Membuat Bahagia?


Shopping alias berbelanja menjadi kegiatan yang digemari kalangan wanita. Selain untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, shopping meski hanya sekedar berkeliling di mal menjadi pilihan banyak orang untuk mengembalikan mood-nya. Aktivitas yang disebut juga dengan retail therapy ini bahkan kepuasannya disejajarkan dengan seks. Para peneliti dari Universitas Westminster di London, Inggris, menemukan bahwa pada perempuan, aktivitas shopping mengaktifkan area tertentu di otak yang juga akan aktif saat sedang berhubungan seks.

Ribuan ABG Ternyata Tidak Bahagia, Ada Apa?

Dari hasil penelitian, diketahui sekitar 500 ribu anak-anak di bawah 15 tahun di Inggris ternyata tidak bahagia. Dari hasil riset Good Childhood pada 6.000 anak-anak berusia 8-15 tahun, terungkap kisah tentang anak-anak di masa modern ini dan saran supaya hidup mereka lebih indah. Yang mencemaskan, dari riset ini adalah satu dari 11 anak mengaku tidak bahagia dengan hidup mereka. Riset itu juga mencuatkan kenyataan bahwa akar dari kebahagiaan untuk anak-anak adalah rasa tenang dan nyaman di rumah. Di sisi lain, mereka juga menyatakan benda-benda tertentu punya dampak signifikan seperti kehadiran iPod, televisi kabel, dan ‘baju keren’ untuk membuat anak-anak senang. Kendati begitu, lembaga tesebut menegaskan bahwa kualitas hubungan anak dan keluarga jauh lebih penting. Ketenangan dan rasa damai dari rumah tak kalah utama. Anak-anak yang mengalami perubahan atau guncangan dalam keluarga dua kali berpeluang mengalami penurunan kualitas hidup. Secara keseluruhan, anak-anak yang tinggal dengan orang tua kandung dalam satu rumah punya peluang berkembang lebih baik ketimbang anak-anak yang tinggal dengan keluarga asuh yang lain. Bagaimana dengan keluarga Anda? (republika.co.id, 13/01/2012)

Kehidupan modern liberal ternyata telah mengakibatkan kehidupan keluarga menjadi hampa.  Bagaimanapun, hubungan kasih sayang orang tua ke anak tidak bisa digantikan oleh benda-benda elektronik, karena kasih sayang melibatkan perasaan, emosi, perhatian yang tidak bisa dilakukan oleh benda mati. Aturan Islam telah menetapkan bahwa  wanita yang telah menikah berkewajiban sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.  Ibu yang bertugas mengasuh mendidik dan menjaga putra-putrinya, m emberikan kasih sayang kepada keluarga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan bahagia.  Dus, menjadikan aturan Islam dalam berkeluara adalah suatu keniscayaan, bagi orang yang mendamba bahagia di dunia maupun di akherat.

Atas Nama HAM, Izinkan Aku Pamer Aurat...!



By: Yulianna PS
Penulis Cerpen “Hidayah Pelipur Cinta”

Judul artikel ini gambaran dari generasi yang sakit akibat ulah manusia perusak moral yang melumuri zaman dengan kenistaan.
Pada zaman dahulu, wanita Indonesia identik dengan sifat malu. Mereka malu memakai busana minim dan malu berinteraksi dengan kaum Adam yang bukan mahram. Kaum hawa masa lalu bersikap sesuai etika ketimuran, yang menjaga sikap terhadap laki-laki, bukan karena jaim alias jaga imej, tetapi karena memang ada rasa malu menyelinap di dalam diri mereka.
Hari ini, manusia telah mengubah zaman, di mana para wanita dijadikan sebuah boneka. “Atas nama HAM, izinkan saya pamer aurat,” begitulah gambaran yang tepat aspirasi para wanita kebanyakan.
Atas nama kebebasan, wanita Indonesia tidak malu-malu melucuti busana di tempat umum agar disebut modern seperti wanita barat. Melalui dunia hiburan, propaganda barat telah sukses memalingkan muslimah Indonesia berkiblat kepada jurang kehancuran.

Jadi, Masihkah Kita tidak Mau Bersabar?


Aku bukan orang sabar
Ketika jiwa letih dengan berbagai hal yang semakin menyibukkan kita, maka berilah jeda kepada diri untuk sejenak mengkaji berbagai kesulitan yang semakin menumpuk dan memberatkan itu. Mungkin disana ada sisi kurang sabar kita dalam menghadapi sesuatu yang justru semakin merunyamkan suasana. Mungkin disana ada kelemahan jiwa kita yang menyeruak dan mengakibatkan kita bertekuk lutut dalam hasil karya diri yang justru merendahkan.  
sabar, pelajaran jiwa yang mungkin mudah di ucapkan namun sangat sulit sekali untuk di realisasikan. Namun disanalah justru letak salah satu keabadian. Cerita kebaikan yang akan abadi saat pelakunya sudah tiada, efek kebaikan yang abadi saat pelakunya masih bernafas ataupun telah berkalang tanah. Karena siapa yang dapat membunuh mati kemuliaan jiwa orang- orang yang sabar? Malah yang ada adalah, jiwa liar kita semakin lelah, dan semakin bingung disaat harus ber benturan dengan manusia yang serba sabar. selanjutnya, rasa malu dan kerendahan diri akan menjadi efek samping yang akan pasti menjadi hak milik kita. Hak milik kita, dan bukan dia. 
Bersabar adalah bukan tentang bangga mengakui bahwa kita bisa bersabar. Namun bersabar adalah tentang melatih jiwa yang angkuh mengakui kelebihan diri untuk bisa bersabar, dan legowo mengakui bahwa kesabaran dalam diri kita adalah hanya karena rahmat Allah. 
Bersabar adalah alternatif termudah dari sebuah jalan keluar bagi manusia yang tidak mampu menemukan jalan keluar. dan sabar adalah justru satu- satunya pertahanan yang paling kuat, ketika seseorang tidak mampu lagi mengatasi masalahnya. 
Bersabar adalah saham yang anda tanam di masa depan, atas sebuah nilai kemuliaan dan ketinggian derajat diri anda pribadi.
Bersabar adalah bukan tentang mengerti orang lain, namun adalah tentang memuliakan jiwa kita sendiri yang sungguh sedang liar demi mengangkat derajat kita sendiri di hadapan Allah. 
Bersabar adalah bukan hanya tentang menahan amarah, namun di dalamnya terkandung maksud untuk membengkokkan kerasnya gengsi, dan menyadari bahwa diri hanyalah seorang hamba yang harus belajar minta maaf, dan mengajarkan hati dalam luasnya memaafkan. 
Maka berbahagialah ketika masih ada dari batin kita yang berteriak protes dan mengatakan bahwa kita belumlah menjadi orang yang sabar. Hal itu berarti bahwa jiwa kebaikan masih hidup dalam diri kita. Dan mungkin sebenarnya kehendak kita sendirilah, suara kebaikan itu mati. Entah karena ketidakmauan kita menindak lanjuti "pemberitahuan" mereka, atau ketidaktahuan kita atas ilmu untuk menyikapi suara " pengumuman" tersebut. Dan maka benarlah bahwa Allah adalah maha membolak- balikkan hati, maka tidak ada yang patut untuk bermohon tentang supaya meneguhkan hati untuk mudah berkarib dengan kebaikan, kecuali hanya kepada Allah. 
Berbahagialah ketika masih sempat kita bermohon kepadanya, karena kita menyadari akan kesempatan kita yang masih ada untuk memohon. Bayangkan jika kehendak itu baru muncul setelah nafas sudah hampir lepas dari tenggorokan. Apa jadinya pula ketika permohonan itu baru melekat di mulut kita tapi setelah kita berada di alam kubur dan bertemu dengan  para malaikat? Maka jangan banyak salahkan diri anda terus menerus karena  sabar, yang pertama yang harus diterapkan justru adalah kepada diri sendiri. rasa sesal dan terpuruk tanpa ada kelanjutan untuk bangkit, hanya akan membawa kita semakin terpuruk. Namun juga jangan kasihani diri dengan terlalu, karena hal itu juga akan menjadi poin tambahan yang melembekkan jiwa dan mengikis semangat.
Bersabar adalah sama sekali bukan tentang sifat, tapi adalah tentang sebuah keputusan. Maka buatlah keputuskan anda!.
Pandai bersabar adalah juga bukan bakat, tapi logika sehat yang sangat mengerti tentang akibat.  karena sudah berapa banyak kasus ceroboh yang mempersulit diri, dan apakah harus kita lakukan lagi dan lagi karena kita kurang bersabar?
Sabar adalah hak milik pribadi yang beriman, salah satunya adalah tentang keyakinannya akan janji Allah yaitu, “Bersama setiap kesulitan, datang kemudahan”. Hal inilah yang membentuk jiwa ramah mereka untuk melihat kehidupan ini yang seharusnya akan pasti mudah, karena tidak akan ada niatan Allah untuk menyulitkan Kita.
Ketika jiwa letih dengan berbagai hal yang semakin menyibukkan kita, maka berilah jeda kepada diri untuk sejenak mengkaji berbagai kesulitan yang semakin memberatkan itu. Mungkin disana ada sisi kurang sabar kita dalam menghadapi sesuatu yang akhirnya semakin merunyamkan suasana. Atau mungkin disana ada kelemahan jiwa kita yang menyeruak dan mengakibatkan kita bertekuk lutut dalam hasil karya diri yang justru merendahkan.

TEKS PIAGAM MADINAH

Senin, 19 September 2011

TEKS PIAGAM MADINAH
oleh Kakek Rahman Rohmatulloh Alaih 
Prolog dari saya:
banyak dari kalian yg saya rasa belum pernah mbaca secara langsung bagaimana naskah piagam madinah sebenarnya.
oleh karena itu saya lampirkan naskah tersebut yg bersumber dari kitab "At-Tahaalufus Siyaasi fil Islam" (Kompromi politik dalam islam) milik Syaikh Munir Muhammad Ghadban.
silahkan diarsip.
====================
Bab Pertama: Pendahuluan
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ini adalah piagam perjanjian yang ditulis oleh Muhammad. Nabi bagi orang-orang mukmin dan orang-orang muslim dari Quraisy dan Yatsrib. serta siapa saja yang mengikuti ajarannya dan bersama-sama berjuang dengan mereka

METODE DAN TUJUAN DAKWAH
1.                  PENDAHULUAN
            Allah telah memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman agar berpegang teguh kepada tali Allah, dan mengingatkan meraka akan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan kepada mereka untuk merukunkan hati mereka pada ukhuwah islamiyah, lalu Allah memperingatkan mereka jangan sampai seperti orang-oran ahlul kitab yang selau menantang dan berbuat maksiat. Sekaligus, Allah mengancam mereka bila berbuat begitu dengan siksaan yang pedih.
            Mengingat keadaan umat islam yang diciptakan sebagai sebaik-baik umat sudah seharusnya hal-hal yang menguatkan panggilan mereka ini jangan terlepas dari diri mereka, karena hal ini adalah keistimewaan dari umat islam, hal ini tidak akan bisa dicapai melainkan dengan jalan memelihara (mengikuti) perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganya.

 
 
 

Free Ebook Down Load

score blog

survey

 
Copyright © dakwah tiada henti